Tuesday, May 26, 2009

Migren, Korban Internet (jangan dibaca para dokter)


Tiga hari saya terserang migren, benar-benar kondisi yang payah, saya nyaris tidak berguna sebagai manusia hanya teronggok begitu saja di ranjang, benar-benar menyebalkan, nggak bisa ngapa-ngapain, disaat-saat seperti itu saya yang memang dari awalnya takut dokter (kec. dr. ati dan dr. afat) memutuskan untuk mengobati sendiri migren ku (apa sih susahnya menghadapi migren). So mulailah saya berselancar di internet, melalui google saya membaca ratusan literature tentang migren, mulai dari yang ditulis dokter ahli yang sangat berkompeten sampai yang ditulis oleh anak sma yang mungkin mendapatkan referensinya dari gossip. Bermacam pengobatan mulai dari jenis operasi sampai yang pakai mantra, (benar-benar aneh). Tidak lupa saya juga mengabarkan sakitku lewat facebook berharap mendapat nasehat yang bisa meredakan sakitnya. Dan thanks untuk teman-teman, ada yang jawabannya benar-benar bagus namun ada juga yang ngaco but thanks ternyata tertawa bisa mengurangi sakitnya.

Dari semua referensi, saran dan nasehat, saya menyimpulkan sendiri bahwa migren yang saya derita karena terjadi pelebaran pembuluh darah diotak akibat kurang tidur, dan untuk menyembuhkan mengikuti saran para pakar saya mulai dengan pengobatan yang paling ringan kompres air dingin dibagian kepala yang sakit, dicoba sampai kuyup berjam-jam, kulit mengekerut, sakitnya tetap tidak berhenti, oke cara pertama gagal, lanjut dengan cara kedua makan obat migren yang mengandung astamaphin, dua papan bodrex migra udah saya kuras dari dosis normal (1 biji) sampai dosis tidak normal (2 biji sekali makan) udah saya coba dan……. gagal lagi malah makin parah, oke cara ketiga tidur dalam kamar yang digelapkan seharian, hanya bangun untuk makan, minum, pipis, BAB dan ….jreng ketika saya bangun masih sakit juga huh….. terakhir saya masih punya cara pamungkas yaitu di urut (klu ini gagal kayaknya saya perlu akupuntur kepala seperti saran fahri di facebook) dan pergilah saya berurut ke tukang urut langganan dan hasilnya hik…hik…hik… masih sakit juga.

Dalam keputusasaan dan keinginan membanting kepala di tembok saya putuskan mengikuti saran ibu untuk mengunyah obat mag dan haaaah migren berkurang banyak, ternyata selama tiga hari ini migren saya karena mag, hellow google!!!! kok nggak ada yang bilang klu migren juga bisa diakibatkan oleh mag tau begitu saya tidak perlu menderita selama 3 hari kan, tapi mungkin juga ini karena kebodohanku yang sok tau berusaha mencari obat sendiri, atau mungkin juga karena kualat memandang enteng saran ibu (maafkan anakmu yang sok pintar) he…he…he…

semoga nggak ada teman-teman dokter yang baca

No comments:

Post a Comment