seorang kakakku pernah bilang "pernikahan bukan hanya tentang dirimu sendiri tapi juga tentang dua keluarga. tidak ada satu orangpun yang bisa hidup hanya dengan dirinya.tidak ada yang sulit, kita hanya perlu berkompromi dengan keadaan. kurangi sedikit sifat egois dan mementingkan diri sendiri, dengarkan orang lain yang lbh tahu dan berpengalaman, karna kita bukan siapa-siapa tanpa orang lain yang menganggap kita berarti"
Sungguh saya tidak pernah berniat merasa lebih tahu tentang pernikahan, malah nyatanya saya merasa sama butanya dengan orang yang belum menikah. menikah selama 3 tahun lebih tidak membuat saya ahli tentang pernikahan, sungguh suatu keajaiban dia masih sanggup menghadapi mulut tajamku. tapi saya mau belajar... saya bersedia mendengarkan saran dari mereka yang saya anggap lebih berhasil dan lebih berpengalaman dalam urusan ini.
rasanya saya jatuh cinta kepada pria lain selain my lovely acan...... sudah 2 hari wajahnya mengikuti kemanapun...... aduuuh saya suka caranya mencintai dan memperlakukan orang yang dicintainya, meskpun bukan saya tapi tersentuh rasanya.... yep... saya lagi tergila-gila pada usui takumi, salah satu karakter pada manga/anime terkenal kaichou wa maid sama. ceritanya lembuuuuut banget....... rasanya tidak sabar menunggu kelanjutannya
Saya pemarah yang buruk dan siapapun yang berada di dekat saya selalu merasakan sengatan kemarahan itu, padahal biasaya mereka adalah orang-orang yang paling menyayangi dan paling saya sayangi. Kemarahan saya selalu hadir dengan atau tanpa alasan, terkadang melihat orang tersenyum pada sayapun bisa memancing kemarahan. Ada saat-saat saya merenung apa yang salah dengan diri saya? Kenapa kemarahan dan ketidakpuasan selalu mengelilingi saya. Tetapi setelah biasa saya selalu menemukan pembenaran atas sikap saya.
Hari ini AJAHN BRAHM dalam SI CACING DAN KOTORAN KESAYANGANNYA memaksa saya kembali merenungi diri. Semua ketidakpuasan diri muncul karena saya hanya melihat dua batu bata jelek dalam diri saya dan pada orang lain disekitar saya, dan melupakan 998 batu bata yang bagus. Dan kemarahan.......? kemarahan memang menyenangkan, kemarahan meredakan rasa ketidakpuasan dan rasa sakit, rasanya lebih mudah menyalahkan orang lain untuk dua batu bata jelek yang ada dalam diri kita. Saya selalu lupa tidak ada yang salah dengan mereka dan saya.
Apakah saya sekarang sudah memahami anger management? Berkat AJAHN BRAHM saya rasa iya. Tapi sekarang dimulailah babak yang terberat, memahami tidak berarti menjadi gampang menerapkannya, tapi setidaknya saya sudah melalui satu jurang meskipun masih ada ratusan jurang lain didepan, sekarang jika kemarahan memuncak saya mengingat AJAHN BRAHM, memang tidak meredakan kemarahan saya, tapi dalam kemarahan itu saya bisa mengingat kalau yang mereka lakukan semata karena mereka mencintai saya dan itu sangat membantu untuk tidak memperpanjang rasa marah saya. Yah setidaknya sudah ada hal baik yang bisa saya lakukan, saya mulai melihat satu bata bagus dalam diri saya, smoga 997 bata bagus lain bisa segera saya temukan dan saat itu saya yakin kemarahan dan ketidakpuasan dalam diri saya akan berangsur-angsur memudar.
baru pulang dari makassar, makassar banyak berubah, kadang-kadang kaget juga melihat begitu banyak perubahan yang terjadi hanya dalam beberapa bulan.
bagi saya makassar adalah kampung halaman kedua setelah bau-bau,, meskipun jujur saja saya jauh lebih betah di makssar dari pada di baus, bukan karena makassar punya banyak mall dan ada 21 tapi karena dimakassar semua teman terbaik dan kenangan manis banyak tertoreh, dimakassarlah pertama kalinya saya merasa diakui sebagai manusia karena kemampuan saya bukan karena siapa yang ada dibelakang saya, hal yang sulit terjadi di baus, disini kapanpun kita berniat maju maka akan selalu tertahan dengan segala embel-embel yang menurutku tidak perlu.
saya sangat menikmati perjalanan kali ini terlebih karena saya bisa cuti kantor dan benar-benar bebas bersantai sambil mengenang masa lalu, meskipun sebagian besar teman sudah memiliki kesibukannya sendiri dan jelas tidak bisa menemani sesering yang saya inginkan, tapi tetap saja it's fun.
semoga dalam waktu dekat saya bisa ke makassar lagi
Rasanya sepi….. sudah 4 bulan dikantor baru ini, masih juga saya tidak menemukan tempat yang cocok untuk saya. Hari-hari berlalu begitu lambat, waktu dikota bau-bau ini begitu berbeda dengan waktu di kolaka. Dikolaka sehari 12 jam rasanya tak cukup utuk mengakomodir kegiatanku. Ada begitu banyak pekerjaan, begitu banyak teman, begitu banyak orang yang memerlukanku. Tapi disini tidak ada yang bisa saya lakukan hanya datang, duduk, diam dan pulang, tidak ada satupun pekerjaan untukku.
Sia-sia meminta pekerjaan mereka selalu menjawab mampu menghandle pekerjaan apapun, lalu sebenarnya saya disini untuk apa? Pembagian tupoksipun saya tetap tidak mendapat bagian pekerjaan apa mereka pikir saya tidak mampu bekerja? Lalu apa gunanya semua rekomendasi dari kolaka tentang kemampuanku bekerja? Saya tidak perlu pekerjaan besar dengan honor yang juga besar, saya malah tidak memerlukan honor apapun, saya hanya perlu sesuatu untuk dilakukan mengisi hari selama jam kantor sampai waktu pulang. Tapi kelihatannya semua orang lama di bidang ini sudah bertekad untuk membuat saya terasing, meskipun tampak repot luar biasa jika saya menawarkan bantuan mereka dipastikan menolak.
Sedihnya…. banyak daerah yang sudah saya kunjungi tak disangka justru dikampung sendirilah saya tidak diterima, saya menjadi asing dilingkungan ini. Rasanya pingin balik ke kantor lama tapi saya tau disinilah tempatku, diterima atau tidak diterima saya harus bertahan ada banyak orang-orang tersayang yang ingin saya bahagiakan. Mungkin jalan satu-satunya hanyalah meminta / memohon pada para pengambil keputusan agar saya dipindahkan ke kantor lain. Peduli amat dengan gelar Sarjana Kehutananku saya bersedia membuangnya untuk lingkungan baru yang lebih nyaman, dimana saja boleh asal jangan dineraka terasing ini.
Sudah dua bulan rentalku berjalan, sejauh ini semuanya baik-baik saja. Rasanya menyenangkan setiap hari duduk diantara buku-buku, mengamati orang dan seleranya yang berbeda-beda. Pelangganku mulai dari anak sekolah dasar sampai dengan bapak tukang ojek. Penampilan ternyata tidak menjadi ukuran untuk jenis buku yang dipinjam. Ada seorang bapak tukang ojek yang rutin setiap 3 hari sekali akan datang meminjam buku, dia menyukai semua jenis bacaan yang menurutku masuk dalam kategori berat, utamanya tentang sejarah. Ada juga seorang ibu rumah tangga yang sangat menyukai novel-novel tentang pembunuhan yang sadis seperti Hannibal, birdman, etc. juga ada anak kelas satu smp yang maniak dengan buku-buku karya Dan Brown dan Michael Crichton. ternyata ungkapan don’t judge the book by the cover juga berlaku untuk para pembaca buku.
Mengejutkan ternyata saya menyukai kegiatan ini, saya bisa duduk santai, main komputer sambil mendiskusikan buku-buku menarik dengan para pelanggan saya yang juga menyukai buku. Selama ini saya selalu berpikir kalau hanya sayalah satu-satunya pencinta buku dikota kecil ini, ternyata salah besar ada banyak anak rumahan pencinta buku yang berdatangan ketika melihat selebaran kecil yang saya tempelkan dibeberapa tempat untuk promosi.
Rental ini mungkin belum memberi keuntungan finansial tapi melihat pendapatan selama 2 bulan ini saya optimis dalam 6 bulan modal yang digunakan untuk menyewa tempat dan menambah jumlah beberapa komik dapat terbayarkan. Memang ada beberapa pelanggan nakal yang meminjam buku dan menahannya untuk waktu yang lama dan setelah ditagih berkali-kali akhirnya mengembalikan namun tak membayar denda dengan alasan tidak punya uang, hal ini benar-benar menguji kesabaran apa yang bisa kita lakukan terhadap orang yang tidak punya uang tapi egois? Syukurlah diantara 200an orang pelanggan saya hanya 3 orang yang seperti ini.
Kemarin ada kejadian yang menyenangkan, seorang ponakan kecil yang nama panggilannya di gunakan untuk nama rental datang berkunjung, melihatnya berjalan diantara rak-rak buku membuat saya tersenyum. Karena dialah yang pertama menimbulkan ide untuk membuka usaha ini, kebiasaannya merobek-robek buku membuat saya berpikir untuk menyelamatkan buku dengan cara merentalkannya. Ide memang bisa datang dari mana saja termasuk lewat bocah kecil dengan senyum termanis. Saya berharap Bulgo Rental ini bisa tumbuh besar seperti halnya My Lovely Bulgo yang juga tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar.
Hari ini saya membuat pertaruhan besar, sejak semalam cemas sampai susah tidur, saya dan acan berbaring dengan mata nyalang sambil bercakap-cakap tentang resiko yang akan kami ambil. Benar-benar keputusan sulit terlebih saya dan acan sangat berbeda karakter. Saya libra sejati, segala hal selalu ditimbang untung dan ruginya jika perhitungan diatas kertas menunjukkan kerugian maka besar kemungkinan tidak akan saya teruskan. Berbeda dengan acan dia libra gadungan, tidak perduli untung ataupun rugi, selama itu membuatnya senang dan bangga so what gitu lho maka jadilah hanya saya yang blingsatan memikirkan bagaimana nantinya.
Pertaruhan itu bernama bulgo rental, dari berbagai sudut pengamatan rasanya kerugian sudah didepan mata, jumlah novel dan komik yang saya miliki sekitar 600 buah buku, syukurlah dari kesemua buku itu sebagian besar merupakan milik pribadi yang dikumpulkan sejak masa kuliah, memang ada sebagian kecil utamanya komikyang baru saja saya beli untuk keperluan rental berhubung saya tak pernah benar-benar menggemari komik. So dimana letak pertaruhannya?Salah satu hal yang sejak awal tidak saya perhitungkan adalah tempat usaha, dalam bayangan terburuk saya, sewa tempat paling mahal adalah 3 juta untuk setahun, atau mungkin 300 rb perbulan, tapi ternyata....... setelah mencari berminggu2 yang termurah yang bisa saya temukan hanyalah 6 juta pertahun. OMG ini mengerikan jelas saja saya menolak. 6 juta setahun? Berarti penghasilan bulanan dari rental minimal harus 600 ribu perbulan supaya segalanya tidak sia-sia. Tapi dalam mimpi paling liarku rasanya mustahil bisa mendapat 600 rb perbulan hanya dari rental buku mengingattidak semua orang suka membaca ya kan?
Karena itulah saya ingin melakukannya di rumah saja dengan mengorbankan ruang tamuku yang kecil itu, tidak perlu menyewa tempat, meskipun dalam lorong dan tempatnya sangat tidak komersil tapi dengan promosi besar-besaran rasanya saya yakin bisa mendapakan pelanggan tetap. peduli amat dengan ruang tamu, saya toh nyaris tidak pernah menerima tamu.
Tapi...... sayang beribu sayang, acan menolak mentah-mentah segala usul itu, dia bersedia bekerja sekeras mungkin untuk mendapatkan uang sewa tempat agar tidak perlu mengganggu tabungan kami. Acan penikmat hidup (itu yg membuat saya tertarik padanya dulu.....) tak pernah peduli berapa banyakpun uang selama itu bisa membuat dia senang, tidak peduli klu uang itu mungkin bisa dipakai untuk hal yang lebih baik. Selama dia punya kesibukan menjaga dan memamerkan tempat usaha itu kepada teman2nya semuanya menjadi boleh, argumen sebanyak apapun yang saya lontarkan tidak bisa melunakkan pikirannya, dia ingin punya tempat usaha yang juga sekaligus tempat dia berkumpul dan bersosialisasi dengan orang-orang kalaupun rugi toh dia sudah bersenang-senang dengan tempat itu selama setahun.
Saya tidak tau bagaimana lagi untuk merubah pikirannya, saya juga tidak punya energi untuk pertengkaran panjang sementara dia selama apapun waktu yang dia perlukan untuk membujuk, merayu, memaksakan keinginannya akan dia jalani, saya kalah lebih karena lelah berdebat dibanding hal lainnya. akhirnya hanya saya yang terjebak dengan pikiranku sendiri, sibuk berpikir bagaimana caranya agar tidak merugi, bagaimana caranya agar uang tidak terbuang percuma, sungguh suatu pekerjaan yang berat
sedihnya novel lengkap, komik lengkap, majalah lengkap klu ditotal mgkn ada sekitar 500 buah buku tapi tetap saja nggak ada tempat. udah keliling nyari2 tetap nggak ada tempat, mau buka dirumah sayang tempatnya dalam lorong sama sekali tidak komersil so..... gimana dong.
senang rasanya hari ini saya sudah mulai masuk kantor di pemerintah kota bau-bau, meskipun masih berstatus titipan dan harus berkantor di BKD tapi saya senang2 aja. terlebih lagi saya juga ketemu dengan teman SMA dulu yang juga berstatus titipan ditempat yang sama.
ternyata hal yang paling saya takutkan tidak terjadi, saya slu cemas klu nanti tidak dapat teman ternyata saya melupakan satu hal, ini kampung halamanku tempat saya lahir dan dibesarkan so nggak mungkin rasanya klu nggak ada yang saya kenal, kadang-kadang saya memang bisa menjadi sangat bego masa selama masa2 menunggu ini tak pernah itu terpikirkan dan saya harus didera rasa cemasku sendiri. aneh
Bagaimana kita bisa menahan rasa hormat kita terhadap sistem pengairan yang di abad pertama bisa menyediakan lebih banyak air bagi kota Roma dibandingkan untuk kota New York pada tahun 1985?
Buku ini luar biasa menakjubkan melihat saat menjelang meletusnya gunung vesivius dari mata orang romawi zaman dulu, meskipun berlatar tahun 79 M di kota Napoli tapi informasi yang diberikan buku ini relevan dengan masa sekarang.
Robert Harris bercerita dengan mengambil sudut pandang empat tokoh, ada insinyur muda yang menguasai strategi pengairan dan memandang napoli dari sisi teknologi yang paling maju saat itu (air) , jutawan korup dan Anak gadisnya yang membantu kita melihat sistim budaya saat itu, dan ahli ilmu pengetahuan yang juga merupakan laksamana yang suka menulis sejarah alam.
Buku ini bercerita dengan detail tentang sang insinyur muda yang menangani aqua augusta (saluran air sejauh 96 km yang mengairi 10 kota diromawi) yang mendadak kering, dan dalam penelusuran dan keingintahuaannya akan apa yang terjadi dia berjumpa dengan ketiga tokoh lainnya. Sang jutawan korup dan anaknya menunjukkan bagaimana sistim kasta di romawi saat itu termasuk berbagai budaya masyarakatnya yang salah satunya membolehkan hubungan antara laki-laki dan laki-laki, dan bagaimana kekayaan bisa dikumpulkan meskipun dengan cara yang paling curang. Dan sang ahli ilmu pengetahuan sekaligus laksamana kapal perang menunjukkan kegairahan akan ilmu pengetahuan meskipun untuk masa itu nyaris tidak ada yang peduli karna umumnya orang-orang romawi masih sangat percaya akan dewa-dewa.
Buku ini mencatat dengan detail saat-saat meletusnya gunung vesuvius termasuk proses terbentuknya patung batu yang didalamnya berisi mayat manusia, juga kepanikan dan mungkin keserakahan penduduk romawi saat itu.
Membaca buku ini membuat saya merenung sifat manusia sejak dulu dan sekarang ternyata tidak penah berubah keserakahan sama tuanya dengan manusia, sedangkan ilmu terus mengalami perubahan sesuai dengan keadaan alam, meletusnya gunung vesuvius dan melalui catatan sang laksamana menambah satu lagi pengetahuan kita tentang alam. Roberrt Harris berhasil mengikat saya dalam cerita thriller yang tetap kaya akan ilmu pengetahuan.
Sekarang baru disadari betapa susahnya mencari buku komik yang berkualitas bagus di kota bau-bau, sejak kuliah dulu saya punya dua keinginan yang ingin segera diwujudkan.Yang pertama saya ingin bekerja di Kota Bau-Bau, dekat dengan rumah, dekat dengan keluarga tercinta yang berkat kak Yusran dan Kak Ismet telah terpenuhi.Yang kedua saya ingin punya rental persewaan novel dan komik, saya suka…suka…suka sekali membaca rasanya pasti menyenangkan bisa punya usaha yang menghasilkan uang untuk mendukung hobi membacaku.
Untuk tujuan yang kedua ini sejak baru mulai kerja saya rutin membeli buku setiap bulan selain memang suka saya juga menyimpannnya mengingat cita-cita saya yang ingin punya rental buku. Setelah dua tahun kerja saat pindah ke bau-bau saya terkejut ternyata buku yang saya kumpulkan (termasuk ngambil punya kakak) nyaris 200 buku wow, dan semua koleksi best seller baik terbitan gramedia maupun yang lain.
Tampaknya rental saya sudah bisa dimulai tapi sayang nggak ada satupun genre komik dalam koleksi saya.So saya putuskan akan membeli komik lewat internet apa susahnya, saya toh punya speedy dan benar saja ternyata yang negejual komik diinternet buanyak sekali mulai dari yang harga 3000 sampai 20 ribu perbuah, cuma ongkos kirimnya lebih mahal dari harga komiknya hik…hik…hik…. Sedihnya… mau gimana lagi terpaksa tdk ada genre komik dalam rentalku, mungkin nanti klu saya sudah punya waktu ntuk ke Jakarta komik2 itu pasti saya dapatkan, sekarang saya cuma bisa ngumpulin alamat penjualan komik dan harap2 cemas smoga komik2 terbaik masih akan tersimpan sampai saya bisa membelinya.
Tiap lebaran datang ada bermacam rasa di dalam hati, lebaran saatnya menangis mengingat bapak yang sudah tidak bisa ikut berlebaran bersama kami, juga saat tawa dan sukacita karena semua kakak2 berdatangan untuk merayakan lebaran bersama, juga ada kesal karena kami tak bisa berkumpul tanpa berdebat panjang. ada juga rasa capek karena lebaran selalu identik dengan masak banyak dan bermacam2.
ini lebaran tahun kedua yang saya rayakan bersama suami, dihari2 dkt lebaran seperti ini selalu ada perdebatan seru tentang saya yang nggak bisa masak dan dia yang terlalu malas untuk membantu, trus kami akan saling diam dan menarik diri, saya akan memasak sambil bersungut2 dan dia akan segera kabur mencari perlindungan dari omelan saya yang bertubi2, jika malam telah tiba dan semua pekerjaan telah usai kamipun tertawa bersama, menertawakan hari heboh yang kami lewati. tidak pernah ada marah yang tak bisa dimaafkan, tak pernah ada marah yang tak berakhir dengan tawa.
rutinitas ini selalu berulang, dan pemecahannya juga selalu sama cukup dengan tawa. semoga tahun depan lebaran bisa kami lewati bersama si buah hati, semoga tahun depan Tuhan berkenan memberi kami kepercayaan untuk mengasuh satu hambanya sebagai anakku
Hari ini saya berhasil menuntaskan buku karya Jodi Picoult yang berjudul My Sister Keeper, menurut saya novel inimengejutkan, membuat kita merenung dan memandang persoalan dengan sisi yang baru.
Buku ini bercerita tentang seorang anak (anna) yang dilahirkan dengan tujuan untuk menyelamatkan hidup kakaknya (Kate), dengan menjadi donor dan mensuplai kebutuhan hidup kakaknya, sampai disuatu ketika diusia remaja dia mulai mempertanyakan hidupnya dan berusaha menggugat orang tuanya agar memperoleh hak atas tubuhnya sendiri. keputusan yang begitu berat karena disisi lain dia sangat menyayangi saudaranya itu.
novel ini sangat menyentuh, semua terlihat tidak seperti kenyataan yang terjadi, konflik dijalin dengan akhir yang mengejutkan yang sama sekali tidak diduga. sosok orang tua digambarkan bukan sebagai sosok yang kejam dan tanpa ampun seperti disinetron Indonesia, tapi sosok yang yang lembut dan penyayang meskipun dengan keputusan2 aneh yang diambil namun herannya tetap logis, pilihan2 yang dibuat membuat kita bingung itu benar atau tidak.
Seluruh bab terdiri dari nama tokoh2 yang terlibat dalam cerita, dalam tiap bab kita bisa menyelami perasaan dari masing-masing tokoh, membuat kita memahami mengapa keputusan itu dibuat. Kita memahami mengapa anna ingin berhenti mendonorkan dirinya untuk kakaknya, namun kita juga paham mengapa orang tuanya ingin terus memaksa Anna melakukannya seperti yang diucapkan oleh sang ibu "jika kau menggunakan cara yang salah secara moral untuk menyelamatkan hidup anakmu, apakah itu menjadikanmu ibu yang buruk? " bagi sang ibu dia melakukan hal yang benar dan kita tidak bisa menghakimi tindakkannya.
Berada dalam posisi mereka membuat kita juga pasti akan melakukan keputusan yang menurut kita benar terserah bagaimana gilanya keputusan itu menurut orang lain.
Novel ini diakhiri dengan mengejutkan dan menguras air mata, seperti yang saya katakan di awal semua terlihat tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi, pada akhirnya semua tinggal tergantung pada diri kita apa yang menurutmu benar belum tentu benar menurut orang lain.
sejak pulang dari kolaka saya merasa ada yang hilang dari diriku, ada secuil rasa tak nyaman dan kehilangan yang begitu besar dari diriku, rasanya seperti kehilangan salah satu anggota tubuh, hari ini melihat fotonya saya jadi sadar, ternyata merekalah yang sangat saya rindukan, ian dan caca memang bukan anakku, tapi bersama sejak mereka dilahirkan menimbulkan ikatan yang lebih dari sekedar keponakan, saya sangat menyayangi mereka.
Sekarang semua mimpi dihantui oleh 2 malaikat kecil itu, tawa, tangis dan rengekan manja mereka.
Sebal dengan diriku, nganggur membuat diriku malas, nggak ada satupun bacaan yang saya tuntaskan, nggak ada satupun ilmu yang bertambah, badan mulai menggemuk menyebalkan saya nggak suka gemuk.
Pingin segera bangkit memperbaiki diri, pingin bangkit berbuat sesuatu, tapi rasanya benar-benar malas. malas ngapa2in, ada apa dengan diriku, tak biasanya rasa ini begitu mengikatku, membuatku lumpuh.
Nggak percaya rasanya akhirnya saya bisa pindah juga ke baus, setelah hampir 2 tahun berusaha pindah dengan bermacam cara (mulai dari jalan lurus sesuai peraturan sampai melobi para pejabat) yang selalu gagal, ternyata jalan untuk pindah begitu dekat, lewat kakak kandung sendiri akhirnya saya bisa menembus jaringan birokrasi yang menyebalkan.
Benar-benar menjengkelkan mengetahui saya mestinya bisa pindah sejak dulu seandainya saja kak yusran bisa sedikit lebih berani, dia terlalu menganggap dirinya tidak berarti tanpa menyadari klu ternyata walikota bau-bau sangat menghargainya, heran kenapa anugrah selalu turun pada orang-orang yang tidak pantas menerimanya dengan kata lain tidak tau memanfaatkannya.
Pindah dari kolaka selain bahagia ternyata saya juga merasakan kesedihan, teman-teman di kolaka adalah orang-orang luar biasa yang sangat mencerahkan hari, rasanya cemas dan sedih membayangkan apa saya akan menemukan orang sebaik mereka disini, ini memang kampung halamanku tapi setelah pergi bertahun-tahun tempat ini akhirnya menjadi asing. Saya bukanlah orang mudah bersosialisasi, saya selalu merasa nyaman di lingkaran kehidupan sosial yang kecil dengan orang-orang yang terbatas, satu kelemahan yang sulit saya rubah, berada dalam lingkugan yang serba baru membuat saya merasa terasing butuh berbulan-bulan sebelum saya bisa menemukan teman.
Tapi semua kerepotan itu saya anggap impas dengan kebahagian berkumpul bersama keluarga, berkumpul bersama suami dan ibu tercinta. Aaaah saya percaya keadaan akan lebih indah di disini
Susahnyaaaaa ngurus pindah, sudah empat tahun saya jadi pns di kab.kolaka, menikah dengan sesorang yang bertugas di kota bau-bau, dengan latar belakang suami dan saya yang asli bau-bau, saya pikir akan mudah saja mengurus pindah ke kota bau-bau, ada seorang teman yang menyatakan klu pindah mengikuti tugas suami, tidak akan dipersulit, tapi kenyataannya luar biasa sulit, sejak 3 tahun yang lalu begitu saya resmi menjadi pns berkas permohonan pindah sudah saya ajukan dan sampai sekarang tetap tidak ada kabar, setiap bulan saya ngambil izin khusus untuk ngecek dan setiap bulan juga saya dicuekkan, tidak ada walikota, walikota sibuk, walikota ke jakarta, mereka tidak mengerti bagaimana rasanya. ibu saya tak hentinya merasa sedih sampai mempengaruhi kesehatannya, dia khawatir akan selalu hidup sendiri di bau-bau, dan saya hanya bisa cemas melihat kesehatannya yang makin mundur.
Yang membuat saya makin merasa sedih adalah kenyataan bahwa orang lain bisa pindah dengan mudah ke kota bau-bau, orang-orang yang tidak dalam kondisi harus pindah, saya bertemu dengan seorang teman dia malah sudah 2x pindah, yang pertama dari kota bau-bau ke sulsel dan kedua pindah kembali dari sulsel ke bau-bau, kenapa mereka bisa semudah itu pindah sedangkan saya begitu susah, apa karena memereka memiliki jaringan yang begitu bagus sedangkan saya tidak? sejak awal saya sudah menyatakan bersedia membayar berapa pun asalkan saya bisa pindah tapi tetap saja.....
makin hari saya makin putus asa, terlebih melihat mama yang semakin sakit jika mengingat ini, dia sudah terlanjur mambayangkan saya akan menemaninya menghabiskan hari tua, membayangkan begitu pindah saya bisa segera melahirkan cucu untuk menemani hari tuanya, tapi saya sungguh tidak berdaya, saya mulai menyerah, maafkan saya
Seminggu lalu saya nonton harry potter, meskipun sejujurnya tidak antusias untuk nonton film ini. saya tidak pernah tertarik pada film-film yang diadaptasi dari novel, bagiku film merupakan pemerkosaan terhadap bukunya, para kreator film selalu gagal menerjemahkan isi buku dan umumnya ceritanya pun mengalami perubahan. Atau mungkin saya terlalu konservatif dan sulit untuk menerima perubahan .
Kakak saya selalu mengatakan agar memisahkan buku dan film. Masing-masing merupakan bentuk yang berbeda meskipun masih saudara kandung, tapi tetap saja setiap menonton film saya selalu mengharapkan hadirnya adegan-adegan tertentu yang saya sukai dari buku, dan menjadi kecewa jika adegan tersebut tidak ada pada filmnya. Mungkin satu-satunya film adaptasi yang saya anggap pas hanyalah lord of the ring trilogi.
Kembali ke harry potter yang saya tonton semalam, sesuai dugaan saya pasti akan kecewa. Meskipun masih berada di jalur buku tapi tetap saja ada begitu banyak adegan favorit saya yang tidak muncul di film, yah saya tau pasti susah untuk menerjemahkan buku ke film. Film ini juga punya banyak sisi bagus, chemistry antara pemeran harry, hermione, ron dan draco menjadi makin erat mungkin karena mereka memang tumbuh besar bersama film ini, saya berdebar-debar menyaksikan cinta lembut milik harry dan ginny, juga ikut marah menyaksikan kebodohan ron menghadapi cinta hermione. Film ini dibuat menjadi lebih gelap, lebih dewasa dan lebih mencekam menyesuaikan dengan buku yang juga mengikuti para pooter mania yang beranjak dewasa. Adegan favorit saya adalah ketika snape mengavadakedavrakan dumbledore saya bisa merasakan sakitnya snape dan perasaan terkhianatinya harry .
Bagi saya Harry potter adalah cinta pertama yang mengantarkan saya ke dunia penyihir, saya masih ingat saat pertama membaca buku ini saya gemetar,sesak napas tidak mamp u menahan rasa takjub mendapati dunia yang benar-benar asing, terlebih lagi saya membaca buku ini tanpa persiapan mental tanpa tau klu buku ini sangat bagus, dan hasilnya benar-benar seperti cinta pertama, saya terobesi, saya tak bisa jauh, berhari-hari saya menunggu kedatangan burung hantu yang mengantarkan surat kelulusan saya di hogwart. Sejak masa itu sudah beratus buku yang saya baca namun harry potter tetap punya tempat tersendiri di hatiku.
Pada akhirnya saya bisa saja menyarankan agar orang-orang seghera bergegas ke bioskop untuk menyaksikan film ini tapi dengan catatan jangan terlalu terpaku pada buku atau kalian akan kecewa. Tapi bagi yang belum membaca bukunya atau bagi yang berpikiran terbuka seperti kakak saya kalian pasti akan menikmati cerita dan special efek film ini. Avada kedavra !!!!!!!!!!!!!!!!!
Tadi malam saya mimpi Bapak, bahkan dalam mimpipun rindu itu terasa begitu pekat. Bapak masih sama dengan dulu, wajah ramah dengan sorot mata yang hangat. Memakai singlet dan sarung kotak-kotak kebanggaannya, persis seperti dulu. Sudah 13 tahun Bapak meninggal, ada saat-saat saya nyaris lupa akan Bapak tapi lebih banyak lagi saat-saat saya merindukannya.
Bapakku, bapak yang terbaik didunia, dia begitu keras tapi juga lembut, selalu berpura-pura tidak peduli tapi nyatanya dia yang paling peduli. Dia menolak memenuhi permintaanku tapi memenuhinya di saat dia yakin saya tidak melihatnya, bagi Bapak kebaikan tidak perlu dipamerkan. Dia perwujudan sosok pahlawan bagiku, tanpa mengharap balasan, dan yang paling menyakitkan dia rela merendahkan diri untuk kebahagiaanku.
Saya masih ingat dulu waktu SMA, ketika pulang dari sekolah saya merajuk karena menginginkan barang-barang seperti punya teman-temanku. Dengan kejam saya menyatakan bahwa semua teman-temanku anak pejabat dan hanya saya yang bukan. Ya Tuhan tolong ampuni aku karena membuat Bapak begitu sedih. Dengan 3 orang kakak yang sedang kuliah harusnya saya cukup sadar bahwa Bapak sudah berusaha melakukan segala yang terbaik untuk saya, tapi saya sungguh jahat, sungguh bebal, sungguh naif mengharapkan barang yang sangat tidak berharga dibanding perasaannya. Bapak diam hanya sorot matanya yang terluka, dan... bapak akan mencari pinjaman supaya saya bisa memiliki barang-barang itu, supaya saya bisa sama dengan teman-temanku.
Saya sungguh menyesali sikapku, lidah memang lebih tajam daripada pedang, kerusakan yang ditimbulkannya tak nampak tapi bisa menghancurkan seseorang. Bapak meninggal dunia tidak lama kemudian, bertahun ini saya tak henti menyesali / menyalahkan diri. Apa Bapak meninggal karena saya?.... apa Bapak meninggal karena kerja keras akhirnya mematahkan kekuatannya dalam hidup? Apa saya adalah cambuk yang memaksa Bapak untuk bekerja lebih keras lagi?. Saya mendapat pelajaranku tentang apa yang berharga dan yang tidak, tapi kenapa harga yang harus saya bayar begitu mahal?
Sekarang kami semua sudah bekerja, Bapak tidak sempat menghadiri perkawinanku, bapak tidak sempat merasakan hasil dari buah yang sudah ditanamnya. Setiap melihat baju batik yang di pajang di toko, tak urung terasa ada tinju yang menohok dadaku, Bapak pasti suka batik itu. Dan rindupun terasa semakin pahit, rasanya ingin menjerit sekuatnya, Bapak.... Maafkan Saya....